
PERGANTIAN tahun identik dengan pesta. Merayakannya menjadi saat yang paling ditunggu. Setiap negara memiliki tradisi pesta unik untuk memperingatinya.Orang Amerika bilang Happy New Year, Sementara orang Prancis mengatakan Bonne Anne. Di Italia, ucapan Buon Capodanno biasanya mereka lontarkan. Gullukkig Niuw Jar biasanya terdengar di Belanda. Semua ungkapan tersebut memiliki pengertian sama, "Selamat Tahun Baru".Hitungan mundur bak jam pasir seperti sebuah "kewajiban". Tahun 2008 sudah bersiap menyapa tiap insane yang bermukim di bumi yang semakin renta. Perayaan besar pun digelar tiap negara. Tak seperti di Amerika dan beberapa negara Barat lain, perayaan tahun baru tak selalu diperingati tiap tanggal 1 Januari. Di China mereka mempunyai tahun baru Imlek, orang-orang Yahudi pun memiliki tahun baru Rosh Hashanah, lalu Mesopotamia dengan tahun baru Akitu. Tak lupa pula umat Islam juga memiliki tahun baru sendiri yang dinamakan Muharam. Bahkan, Tibet yang berkiblat pada ajaran Buddha dengan pemimpinnya, Dalai Lama, mempunyai tahun baru yang dikenal dengan sebutan Losar. Namun, penduduk dunia yang mayoritas berpegang pada kalender Gregoria sepakat menyatakan pergantian tahun dimulai pada tanggal 1 Januari. Akibatnya, hingga kini tiap tanggal 1 Januari dijadikan awal bagi tahun yang baru. Dalam kebudayaan Barat, malam tahun baru dirayakan dengan pesta-pesta dan acara berkumpul bersama kerabat, teman, atau keluarga menanti saat pergantian tahun. Pesta, pesta, dan pesta. Ya, tahun baru memang senantiasa akrab dengan pesta. Tak main-main, orang Brazil bahkan selalu berujar "Boaz Festas e Feliz Ano Nova", yang berarti "Selamat Pesta" dan "Tahun Baru". Mungkin ini sebagai salah satu perwujudan bangsa Brazil yang gila pesta. Malam tahun baru pun mereka rayakan dengan pesta besar-besaran di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro, dan Kota Sao Paulo. Mereka juga percaya bahwa kekayaan akan muncul pada hari pertama di tahun baru. Tak jauh berbeda, di Inggris malam tahun baru dirayakan di Trafalgar Square. Orang-orang berkumpul di sana dengan diiringi Piccadilly Circus di sekeliling London's Big Ben yang akan berdentang tepat pukul dua belas malam yang menandakan tahun telah berganti. Lalu secara serentak mereka bergandengan tangan dan menyanyikan lagu Auld Long Syne. Hampir serupa, di Australia mereka merayakan malam tahun baru dengan mengadakan pesta. Mereka menyembunyikan peluit, klakson, dan terompet, serta bel dari gereja sepanjang malam. Tepat pada tanggal 1 Januari biasanya warna Australia piknik dan mendirikan tenda di sepanjang pantai. Bagi mereka, tahun baru merupakan saat untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, seperti rodeo dan surfing canival. Pemerintah di sana juga menetapkan 1 Januari sebagai hari libur nasional. (tty)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar